512 km | PJKA | Pulang Jumat Kembali Ahad

Yang saya ingat sama eyang

December 24, 2007 · Leave a Comment

“yang aku inget dari eyang, kalau siang-siang gitu aku nggak ada kegiatan terus diajak main-main di rumah itu …”

begitu ujaran beno, lelaki usia tanggung kelas 1 SMP, anak sepupu saya, mas cipto. ia berujar begitu sembari membuka-buka potret saat ayah meninggal. uhm. saya jadi terharu. anak sekecil itu dan sebandel itu masih bisa mengingat ayah dengan segala kebaikannya. ayah yang mengajak beno mengisi soal-soal bahasa inggris di rumah kecil. ayah yang mengajak beno main tebak-tebakan. ayah yang ngemong cucunya.

terima kasih beno. terima kasih untuk mengingat eyang.

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

ber-PJKA lagi

December 1, 2007 · Leave a Comment

serunya pulang dengan rombongan lagi.

sudah berapa lama ya saya tidak berkereta bersama dengan mereka. sudah lebih dari dua bulan. haiykcs. lama juga ya. berangkat dengan guido, saya makan di warung belakang. tapi lantaran seporsi siomay sudah saya lahap, jadinya cuma minum es teh tawar dan peyek udang. kerusakan yang saya derita sekitar Rp 1500.

eh, tapi saya ngutang. :) soalnya saya nggak bawa duit receh. “udah deh, bawa aja dulu,” kata si mbak yang jual. duh. jadi ga enak, ngutang melulu.

dalam perjalanan kereta lebih dari tiga tahun, baru ini saya merangsek ke belakang duluan. ke depo, dan menclok pada kereta yang masih terpaku di relnya. kereta belum berjalan, sementara saya bisa memilih tempat duduk di gerbong empat. sebelah saya, pak ginting.

“kok aneh ya kalo manggil ‘mas ginting’ … hahahaha …” seloroh pak gendut. dan benar, paginya, panggilan ini dikoreksi. ternyata panggilan yang pas untuk orang medan ini adalah ‘bang ginting’.  cocok!

banci kaleng ditendang dari gerbong. entah knapa. sepertinya pengamen ewer-ewer ini memaksa minta recehan pada anggota rombongan. tendangan pada pantat reposnya pun mendarat mulus sampai ia terjungkal-jungkal. huwsh. kasihan.

ayah, si bungsu pulang.

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized